Desa Tchakarmari diserang sekelompok pria bersenjata yang diyakini anggota Boko Haram pada Selasa (5/8) pagi waktu setempat. Desa ini terletak di dekat wilayah Maroua, di mana puluhan orang tewas dalam serangkaian serangan bom bunuh diri oleh Boko Haram, bulan lalu.
"Warga setempat mengatakan para pelaku langsung kembali ke wilayah Nigeria, di mana Kamerun tidak bisa mengejar mereka," tutur sumber pemerintah setempat, seperti dilansir Reuters, Rabu (5/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangkaian serangan bom bunuh diri pada Juli lalu, memicu pemerintah Kamerun untuk mengerahkan 2 ribu tentara tambahan. Tentara-tentara ini akan dikerahkan wilayah Utara Jauh, dekat perbatasan Nigeria, untuk menjaga keamanan dan menangkal serangan Boko Haram.
Otoritas Maroua sendiri memberlakukan larangan mengenakan burka, larang berdagang dan larangan mengemis. Otoritas di kota pelabuhan Douala juga melarang pemakaian burka. Hal ini karena seringkali pelaku bom bunuh diri dilakukan oleh wanita yang mengenakan burka.
Sejauh ini, Kamerun sudah mengerahkan sekitar 7 ribu tentara di wilayah tersebut, untuk melawan Boko Haram. Selain Kamerun, negara-negara Afrika Tengah lainnya seperti Chad, Niger dan Nigeria juga mengerahkan militer mereka. Hal ini setelah kiprah Boko Haram selama 6 tahun terakhir mengancam negara-negara yang ada di kawasan Lake Chad. (nvc/mad)











































