3 Maskapai Utama AS Larang Pengiriman Hewan Hasil Buruan

3 Maskapai Utama AS Larang Pengiriman Hewan Hasil Buruan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 18:24 WIB
3 Maskapai Utama AS Larang Pengiriman Hewan Hasil Buruan
Ilustrasi (Saul Loeb/AFP)
New York - Tiga maskapai besar di Amerika Serikat memberlakukan larangan pengiriman binatang hasil buruan dengan pesawat mereka. Larangan ini diberlakukan setelah pembunuhan keji Cecil, singa kesayangan Zimbabwe oleh pemburu asal AS.

Dalam keterangannya, seperti dilansir Reuters, Selasa (4/8/2015), maskapai American Airlines menyatakan hendak bergabung dengan maskapai Delta Air Lines dan United Airlines yang telah melarang pengiriman binatang yang dikenal sebagai 'big five' di Afrika.

Kelima binatang yang dimaksud adalah singa, macan tutul, gajah, badak dan banteng. Sebutan 'big five' diberikan oleh para pemburu karena kelima binatang itu paling sulit diburu dan dibunuh dengan berjalan kaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delta Air Lines Inc merupakan satu-satunya maskapai AS yang memiliki rute langsung antara AS dengan Johannesburg, Afrika Selatan. Maskapai ini berniat mengkaji kebijakan dalam menerima binatang hasil buruan, bersama lembaga pemerintah dan lembaga lainnya.

Bahkan sebelum berita pembunuhan singa Cecil oleh pemburu yang juga dokter gigi asal AS, Walter Palmer beredar, para aktivis telah menyerukan kepada maskapai kargo di AS untuk menghentikan pengiriman hewan spesies langka yang dibunuh para pemburu.

Nyaris 400 ribu orang menandatangani petisi pada Change.org yang dimulai oleh salah satu pelanggan Delta Air Lines, yang isinya menyerukan larangan pengiriman binatang-binatang eksotis dengan pesawat.

Langkah semacam ini sudah dilakukan oleh Lufthansa Cargo, yang sejak awal Juni lalu tidak lagi menerima hewan hasil buruan, seperti singa, gajah dan badak dari Afrika. Sedangkan Emirates SkyCargo memberlakukan pelarangan semacam ini sejak Mei lalu. Meskipun selama ini kebanyakan hewan hasil buruan dikirimkan dengan kapal, larangan ini diperkirakan akan semakin mempersulit para pemburu untuk membawa pulang hasil buruan mereka.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads