Banyak warga Rohingya yang mengungsi di sekolah yang dibiarkan dan pusat-pusat komunitas. Tetapi mereka dipaksa keluar oleh polisi dan tentara yang datang ke lokasi. Demikian dilansir The Burma Times, Sabtu (1/8/2015).
Sejumlah pria Rohingya mengalami kekerasan saat diusir oleh petugas keamanan. Mereka diberi tahu bahwa bangunan-bangunan itu ditujukan untuk melindungi mereka yang menjadi milik dari negara itu. Hal tersebut merujuk pada populasi Budha di Rakhine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban mengatakan bahwa meski area itu bebas banjir, namun sangat berbahaya di saat angin muson berembus dan tidak cocok untuk tempat tinggal manusia. Banyak pula anak-anak yang bermalam di bawah hujan deras.
Di sisi lain, tentara sangat membantu warga Budha Rakhine dan mengarahkan mereka ke tempat yang lebih aman. Hal ini sangat kontras dengan perlakuan ke warga Rohingya.
Hujan deras dan longsor yang mengguyur wilayah Myanmar selama beberapa waktu terakhir diperparah tiupan angin kencang dari Topan. Banjir ini pun sudah menewaskan 27 orang. (imk/faj)











































