Canggih! ISIS Pakai Kode Sandi untuk Hindari Pelacakan FBI

Canggih! ISIS Pakai Kode Sandi untuk Hindari Pelacakan FBI

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Jul 2015 16:17 WIB
Canggih! ISIS Pakai Kode Sandi untuk Hindari Pelacakan FBI
Ilustrasi (Rodi Said/REUTERS)
Washington - Kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menggunakan program sandi untuk menghindari pelacakan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Hal ini terus menjadi tantangan tersendiri bagi FBI untuk melacak teroris secara online.

"Ini bukan Al-Qaeda pada zaman kakek Anda," ujar Direktur FBI, James Comey kepada anggota parlemen AS merujuk pada aktivitas ISIS yang marak di internet, seperti dilansir CNN, Kamis (9/7/2015).

Menurut Comey, ISIS banyak menggunakan media sosial untuk menjangkau calon anggota yang akan direkrut. Para pelaku serangan teroris yang beraksi seorang diri atau biasa disebut 'lone wolves' juga diarahkan oleh ISIS dengan aplikasi pesan dalam telepon genggam. Terkadang komunikasi maupun arahan yang disampaikan diberikan dalam sandi atau enkripsi end-to-end yang susah untuk disadap maupun dibaca oleh pihak lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Comey, ISIS kini memiliki 21 ribu follower berbahasa Inggris di Twitter. Hal ini semakin mempermudah ISIS dalam mencari calon anggota. Dengan media sosial, menurut Comey, para simpatisan maupun pendukung ISIS bisa kapan saja melakukan aksi tanpa terdeteksi intelijen.

"Seperti memiliki setan di dalam kantong mereka sepanjang hari yang mengatakan 'Bunuh, bunuh, bunuh'," sebutnya.

Pernyataan Comey ini disampaikan seiring perusahaan teknologi mengembangkan kemampuan enkripsi yang semakin sulit untuk diretas, bahkan pihak perusahaan sendiri tidak bisa mengakses. FBI dan Badan Keamanan Nasional (NSA) menginginkan perusahaan teknologi diberi kewenangan untuk memecahkan kode enkripsi setelah dilengkapi dengan surat perintah penggeledahan dari pihak berwajib.

"Kita bergerak secara tak terelakkan ke lokasi di mana seluruh kehidupan kita, seluruh dokumen dan seluruh komunikasi kita akan ditutupi oleh enkripsi universal yang kuat. Itu adalah dunia yang dalam beberapa hal memang indah, namun dalam beberapa hal lainnya memiliki kerawanan keamanan publik yang serius," tutur Comey.

"Tugas kita seperti mencari jarum di antara tumpukan jerami sebesar negara ini, yang terus tidak terlihat bagi kita karena enkripsi end-to-end," imbuhnya, sembari menyatakan bahwa FBI dan NSA telah menyerukan agar pemerintah AS memiliki akses lebih besar pada komunikasi dengan sandi atau enkripsi. (nvc/ita)


Berita Terkait