Menurut sumber militer, jet-jet tempur koalisi Saudi mengintervensi dengan melancarkan serangan udara ketika puluhan tentara Yaman membelot dan mengumumkan dukungan mereka bagi Houthi pada Selasa, 7 Juli waktu setempat. Serangan udara dilancarkan koalisi Saudi saat pasukan pro-pemerintah Yaman bertempur dengan para tentara yang akan membelot ke Houthi tersebut.
Insiden tersebut terjadi di pangkalan militer Brigade Mekanik ke-23, yang berada di dekat perbatasan dengan Saudi. "Setidaknya 30 tentara tewas dan puluhan luka-luka di kedua pihak," ujar sumber militer Yaman seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (8/7/2015).
Kendaraan-kendaraan lapis baja dan pengangkut pasukan hancur atau rusak akibat serangan udara koalisi Saudi tersebut.
Selama ini pasukan yang setia pada mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh telah bergabung dengan pemberontak Houthi untuk melawan pasukan pendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, yang kini mengasingkan diri ke Saudi. Kelompok Houthi dan tentara pendukung Saleh telah berhasil menguasai ibukota Sanaa dan wilayah-wilayah Yaman lainnya.
Saudi dan koalisi pun mulai melancarkan serangan udara terhadap Houthi dan sekutunya pada Maret lalu. Operasi udara ini dimaksudkan untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Hadi.
Pemerintah Saudi juga khawatir bahwa Houthi akan mencoba membawa Yaman dalam pengaruh Iran. Selama ini Saudi dan negara-negara lainnya menuduh Iran mendukung dan mempersenjatai para pemberontak Houthi. Namun tuduhan ini telah berulang kali dibantah Teheran.
(ita/ita)











































