Demikian disampaikan Menteri Pertahanan AS Ashton Carter seraya mengakui, jumlah itu sangat jauh di bawah yang diharapkan.
Sebelumnya pada Januari lalu, Pentagon telah menyatakan akan melatih sekitar 5.400 pemberontak moderat Suriah guna memerangi kelompok ISIS. Namun Carter mengatakan, baru puluhan orang yang disetujui sejauh ini untuk program tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka ini jauh lebih kecil daripada yang kita harapkan saat ini," ujar Carter seraya menekankan adanya kesulitan dalam menjaring para kandidat yang sesuai.
"Kita tahu program ini esensial. Kita memerlukan mitra di lapangan di Suriah untuk memastikan kekalahan ISIL (nama lain dari ISIS)," imbuhnya.
Beberapa anggota parlemen termasuk John McCain dari Partai Republik, mengkritik angka yang disebutnya "sangat tidak mengesankan" tersebut. Dicetuskan McCain, realitas di lapangan adalah bahwa para militan ISIS terus menguasai wilayah-wilayah di Irak dan Suriah, seraya memperluas pijakan mereka di Timur Tengah, Afrika dan Asia Tengah.
"Cara-cara kita dan level upaya kita saat ini tidak selaras dengan tujuan kita. Itu menyimpulkan kita tidak menang, dan ketika Anda tidak menang dalam perang, berarti Anda kalah," cetus McCain.
(ita/ita)











































