Arab Saudi Bombardir Markas Partai Sekutu Houthi di Yaman

Arab Saudi Bombardir Markas Partai Sekutu Houthi di Yaman

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Jul 2015 15:03 WIB
Arab Saudi Bombardir Markas Partai Sekutu Houthi di Yaman
Serangan Saudi terhadap Houthi di Yaman (Reuters)
Sanaa - Serangan udara koalisi Arab Saudi mengenai markas sekutu Houthi di Yaman. Sekutu yang dimaksud adalah partai mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, Kongres Umum Rakyat di Sanaa.

Dilaporkan serangan ini menewaskan dan melukai beberapa orang. Namun otoritas setempat tidak menyebut jumlah pastinya. Serangan ini juga dilaporkan mengenai rumah keponakan mantan Presiden Saleh dan beberapa rumah pendukung Houthi. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (6/7/2015).

Mantan Presiden Saleh adalah sekutu utama pemberontak Houthi yang memicu konflik di Yaman. Selama 3 bulan terakhir, koalisi yang dipimpin Saudi terus menggempur Houthi dan sekutunya di Yaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan udara ini terjadi bersamaan dengan kunjungan Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang tengah mengupayakan penghentian sementara pertempuran di Yaman demi penyaluran bantuan kemanusiaan. Ould Cheikh Ahmed tiba di Sanaa pada Minggu (5/7) untuk menghadiri perundingan dengan Houthi. Perundingan di Sanaa ini digelar setelah perundingan sebelumnya di Muscat, Oman.

Asisten Sekjen Partai Kongres Umum Rakyat, Faeqa al-Sayed menuturkan, markas partai yang ada di ibukota Sanaa dalam kondisi hancur akibat serangan udara koalisi Saudi. Menurut Sayed, serangan udara ini merupakan upaya untuk menggagalkan perundingan antara Houthi dengan utusan PBB.

"Serangan ini tidak akan menggugurkan upaya kami ... untuk menciptakan lingkungan yang sesuai untuk bekerja sama dengan PBB," demikian pernyataan Sayed melalui situs partai.

Sayed menambahkan, serangan udara koalisi Saudi itu menewaskan beberapa staf partai yang ada di dalam markas ketika kejadian. Namun dia tidak menyebut secara pasti jumlahnya.

Pada Mei lalu, baik Houthi maupun koalisi Saudi sepakat untuk menghentikan pertempuran selama 5 hari demi mengizinkan bantuan kemanusiaan dan obat-obatan masuk hingga menjangkau warga sipil yang terjebak konflik di Yaman. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini