Dilaporkan serangan ini menewaskan dan melukai beberapa orang. Namun otoritas setempat tidak menyebut jumlah pastinya. Serangan ini juga dilaporkan mengenai rumah keponakan mantan Presiden Saleh dan beberapa rumah pendukung Houthi. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (6/7/2015).
Mantan Presiden Saleh adalah sekutu utama pemberontak Houthi yang memicu konflik di Yaman. Selama 3 bulan terakhir, koalisi yang dipimpin Saudi terus menggempur Houthi dan sekutunya di Yaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asisten Sekjen Partai Kongres Umum Rakyat, Faeqa al-Sayed menuturkan, markas partai yang ada di ibukota Sanaa dalam kondisi hancur akibat serangan udara koalisi Saudi. Menurut Sayed, serangan udara ini merupakan upaya untuk menggagalkan perundingan antara Houthi dengan utusan PBB.
"Serangan ini tidak akan menggugurkan upaya kami ... untuk menciptakan lingkungan yang sesuai untuk bekerja sama dengan PBB," demikian pernyataan Sayed melalui situs partai.
Sayed menambahkan, serangan udara koalisi Saudi itu menewaskan beberapa staf partai yang ada di dalam markas ketika kejadian. Namun dia tidak menyebut secara pasti jumlahnya.
Pada Mei lalu, baik Houthi maupun koalisi Saudi sepakat untuk menghentikan pertempuran selama 5 hari demi mengizinkan bantuan kemanusiaan dan obat-obatan masuk hingga menjangkau warga sipil yang terjebak konflik di Yaman. (nvc/ita)










































