Seperti dilansir Reuters, Rabu (1/7/2015), juru bicara militer Mesir menuturkan ada lima pos keamanan yang diserang oleh sekitar 70 militan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 militan tewas terbunuh dalam bentrokan tersebut. Menurut juru bicara militer Mesir, ada 10 tentara yang tewas maupun luka-luka.
Sedangkan sumber keamanan setempat menyebut, kantor polisi di wilayah Sinai Utara juga menjadi target serangan. Menurut sumber keamanan ini, sekitar 20 militer Mesir tewas dalam serbuan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan polisi dan tentara Mesir tewas dalam berbagai serangan militan sejak Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi presiden Mesir pada Juli 2013 lalu. Militan paling aktif di wilayah tersebut adalah Sinai Province, yang telah menyatakan sumpah setia kepada militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Baru-baru ini, ISIS mengimbau pendukung dan simpatisannya untuk meningkatkan serangan selama bulan Ramadan yang dimulai pada pertengahan Juni. Meskipun Mesir tidak disebut secara detail sebagai targetnya.
Awal pekan ini, jaksa ternama Mesir tewas dibunuh dalam serangan bom mobil yang menimpa rombongannya di jalanan ibukota Kairo. Insiden ini memicu pertanyaan publik soal kemampuan pemerintah Mesir dalam menangkal dan mencegah serangan-serangan militan. (nvc/ita)











































