"Kami mengirimkan pernyataan duka cita kepada keluarga dari korban yang terbunuh dan rasa simpati yang mendalam kepada korban yang masih berjuang melawan luka-luka," jelas Ratu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2015).
Menurut Ratu, dirinya dan Pangeran Philip mengaku terkejut dengan serangan brutal yang menewaskan 38 jiwa itu. "Kami juga ingin menyampaikan doa kami kepada negara-negara yang menjadi korban penyerangan ini," kata Ratu Elizabeth II.
Dalam penyerangan tersebut, selain 15 WN Inggris, menurut Menteri Luar Negeri Irlandia, 3 orang warga negaranya juga ikut menjadi korban tewas dalam insiden brutal itu. Perdana Menteri Inggris, David Cameron bahkan meminta kantornya memasang bendera setengah tiang sebagai bentuk duka cita untuk penyerangan teroris di Tunisia.
Kejadian ini merupakan bentuk kehilangan Inggris yang terbesar sejak peristiwa bom bunuh diri yang menewaskan 52 orang di London, 7 Juli tahun 2005 silam. (rni/kha)











































