Ancaman tersebut ditujukan kepada sang kapten kapal, Master Nor Fazly Sahat, jika sang kapten berani membeberkan rencana mereka untuk meninggalkan kapal. Para pelaku kabur dengan menggunakan sekoci.
Dituturkan Kepala Angkatan Laut Malaysia, Laksamana Tan Sri Abdul Aziz Jaafar, seperti dilansir New Straits Times, Jumat (19/6/2015), pemimpin pembajak telah mengambil data-data pribadi kapten kapal sebelum meninggalkan kapal tanker tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh 8 perompak kabur dari kapal dengan menggunakan kapal sekoci MT Orkim Harmony sekitar pukul 21.30 waktu setempat (18/6)," imbuhnya.
Β
Yang terbaru, Aziz Jaafar mengungkapkan via akun Twitter-nya bahwa ada 8 warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan di Vietnam. Namun belum bisa dipastikan bahwa 8 WNI itu merupakan perompak yang kabur dari MT Orkim Harmony.
"Pukul 06.30 hari ini, ditemukan 8 WNI di Pulau Tho Chu di sekoci yang mengaku bahwa kapal mereka tenggelam. Investigasi masih berlangsung," demikian cuit Aziz Jafaar dalam akun Twitter-nya, Jumat (19/6/). (nvc/ita)











































