Seperti dilansir Reuters, Senin (15/6/2015), serangan udara ini ditargetkan terhadap pemberontak Syiah Houthi yang memicu konflik di Yaman bersama loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Menurut saksi mata, serangan itu mengenai wilayah selatan dan barat Sanaa dan memicu ledakan besar.
Belum diketahui pasti jumlah korban jiwa maupun kerusakan yang dipicu serangan koalisi Saudi itu.
Perundingan yang dicetuskan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon akan digelar di Jenewa, Swiss pada Senin (15/6) waktu setempat. Tujuan utama dari perundingan ini adalah menemukan solusi politik bagi konflik Yaman yang telah menewaskan ribuan orang.
Namun tidak diketahui pasti apakah kedua pihak yang berkonflik, yakni pemerintah Yaman dan Houthi akan bisa bertemu secara langsung.
Menurut keterangan pihak PBB, masing-masing delegasi awalnya akan bertemu dengan pejabat PBB di ruangan terpisah untuk membahas konflik Yaman. Secara perlahan, PBB akan berusaha membawa kedua pihak semakin dekat, hingga akhirnya mereka bersedia duduk dalam satu meja membahas isu ini.
Sayangnya hingga kini, hanya ada sedikit pertanda yang menunjukkan kesiapan Houthi maupun pemerintah Yaman yang dipimpin Presiden Abedrabbo Mansour Hadi untuk melakukan kompromi, setelah terlibat pertempuran sengit sejak beberapa bulan lalu.
Terlebih koalisi Saudi yang membantu Presiden Hadi, terus melancarkan serangan udara sejak 26 Maret lalu terhadap Houthi di Yaman. Negara-negara Barat mendukung langkah koalisi Saudi sebagai salah satu cara untuk mendorong Houthi ikut serta di meja perundingan damai. (nvc/ita)











































