"Saya mengatakan pada anggota parlemen Oren Hazan pagi ini, bahwa untuk sementara, saya tidak bisa mengizinkannya mengikuti rapat pleno sebagai wakil ketua Knesset (parlemen Israel-red), setelah muncul laporan soal dirinya dalam Channel 2," tulis Ketua Parlemen Israel, Yuli Edelstein melalui akun Facebook-nya, seperti dilansir AFP, Rabu (10/6/2015).
"Besar harapan saya bahwa dia akan membersihkan dirinya dari segala tudingan, dan saya akan dengan senang hati memaafkannya. Tapi dengan suasana publik seperti sekarang ini, secara etika -- bahkan jika bukan kriminal -- tidak mungkin dia bisa mengikuti pleno," imbuhnya.
Laporan di televisi swasta Channel 2 pada Senin (8/6) menyebutkan, Hazan yang pernah memiliki kasino di Bulgaria ini, sengaja menyediakan pekerja seks dan narkoba bagi klien-kliennya. Hazan sendiri telah menyangkal seluruh tudingan itu.
Kepada radio militer Israel, Hazan mengaku dirinya memiliki gangguan kesehatan yang membuatnya tidak bisa mengkonsumsi narkoba. Hazan diketahui merupakan anggota Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Sementara itu, dilaporkan Hazan marah usai mendengar pengumuman Edelstein soal penonaktifannya. Menurut ajuden Edelstein, Hazan menghubungi Edelstein dan mengancam akan membongkar aibnya serta mengungkapkannya ke publik.
Terkait laporan Channel 2 itu, Hazan telah menyatakan niatnya untuk mengajukan gugatan hukum terhadap televisi swasta tersebut.
(nvc/ita)










































