Wakil Ketua Parlemen Israel Dituduh Terlibat Prostitusi dan Narkoba

Wakil Ketua Parlemen Israel Dituduh Terlibat Prostitusi dan Narkoba

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 14:55 WIB
Wakil Ketua Parlemen Israel Dituduh Terlibat Prostitusi dan Narkoba
Oren Hazan (Marc Israel Sellem/The Jerusalem Post)
Tel Aviv - Wakil ketua parlemen Israel, Oren Hazan dinonaktifkan dari jabatannya. Penonaktifan ini terjadi setelah Hazan dituding terlibat kasus prostitusi dan narkoba.

"Saya mengatakan pada anggota parlemen Oren Hazan pagi ini, bahwa untuk sementara, saya tidak bisa mengizinkannya mengikuti rapat pleno sebagai wakil ketua Knesset (parlemen Israel-red), setelah muncul laporan soal dirinya dalam Channel 2," tulis Ketua Parlemen Israel, Yuli Edelstein melalui akun Facebook-nya, seperti dilansir AFP, Rabu (10/6/2015).

"Besar harapan saya bahwa dia akan membersihkan dirinya dari segala tudingan, dan saya akan dengan senang hati memaafkannya. Tapi dengan suasana publik seperti sekarang ini, secara etika -- bahkan jika bukan kriminal -- tidak mungkin dia bisa mengikuti pleno," imbuhnya.

Laporan di televisi swasta Channel 2 pada Senin (8/6) menyebutkan, Hazan yang pernah memiliki kasino di Bulgaria ini, sengaja menyediakan pekerja seks dan narkoba bagi klien-kliennya. Hazan sendiri telah menyangkal seluruh tudingan itu.

Kepada radio militer Israel, Hazan mengaku dirinya memiliki gangguan kesehatan yang membuatnya tidak bisa mengkonsumsi narkoba. Hazan diketahui merupakan anggota Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, dilaporkan Hazan marah usai mendengar pengumuman Edelstein soal penonaktifannya. Menurut ajuden Edelstein, Hazan menghubungi Edelstein dan mengancam akan membongkar aibnya serta mengungkapkannya ke publik.

Terkait laporan Channel 2 itu, Hazan telah menyatakan niatnya untuk mengajukan gugatan hukum terhadap televisi swasta tersebut.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini