Gunung Meletus, PM Jepang Perintahkan Segala Upaya Selamatkan Warga

Gunung Meletus, PM Jepang Perintahkan Segala Upaya Selamatkan Warga

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Mei 2015 12:14 WIB
Gunung Meletus, PM Jepang Perintahkan Segala Upaya Selamatkan Warga
Reuters
Tokyo - Meskipun terjadi di pulau terpencil, letusan Gunung Shindake tetap menjadi perhatian utama pemerintah Jepang. Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memerintahkan pemerintah mengerahkan segala upaya untuk memastikan keselamatan warga di pulau terpencil tersebut.

"Saya memerintahkan pihak terkait untuk segera mengumpulkan informasi soal kerusakan, memastikan keselamatan warga setempat melalui evakuasi dan meningkatkan pemantauan terhadap gunung berapi tersebut," ucap PM Abe kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (29/5/2015).

PM Abe juga memerintahkan pengerahan kapal-kapal patroli laut dan juga helikopter militer dalam proses evakuasi. Satu-satunya akses keluar dan masuk ke pulau terpencil Kuchinoerabu ialah dengan menggunakan kapal.

Badan Prakiraan Cuaca setempat mencatat, erupsi Gunung Shindake terjadi sekitar pukul 09.59 waktu setempat, yang ditandai dengan munculnya awan panas yang disertai bebatuan dari mulut gunung. Asap tebal juga terlihat memenuhi atas gunung tersebut.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, asap tebal yang dimuntahkan Gunung Shindake mencapai ketinggian 9 ribu meter yang diikuti dengan gempa vulkanis selama 5 menit. Warga setempat mengaku mendengar suara seperti ledakan keras ketika erupsi terjadi.

"Asap gelap naik cukup tinggi ke langit, saya tidak bisa memperkirakan seberapa tinggi. Tapi suasana di luar menjadi gelap," tutur pemimpin warga Pulau Kuchinoerabu, Nobuaki Hayashi kepada media setempat, NHK.

Juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga menyebut belum ada laporan korban luka akibat letusan gunung ini. Kurang dari dua jam setelah letusan terjadi, sebanyak 137 penduduk Pulau Kuchinoerabu telah berada di pusat evakuasi, untuk menunggu kapal patroli laut yang akan mengevakuasi mereka.

Sedangkan Direktur Divisi Vulkanologi pada Badan Meteorologi Jepang, Sadayuki Kitagawa memperingatkan bahaya belum berakhir. "Sangat mungkin erupsi dengan skala yang sama akan terjadi di masa mendatang. Kami memperingatkan warga soal awan panas, dan meminta warga mematuhi instruksi evakuasi," tuturnya.

Sementara itu, maskapai besar seperti Japan Airlines dan All Nippon Airways menyatakan tidak ada gangguan langsung terhadap aktivitas penerbangan akibat letusan ini.

(Novi Christiastuti/Nograhany Widhi Koesmawardhani)


Berita Terkait