PBB dan badan-badan kemanusiaan lainnya telah mulai mendistribusikan makanan, air dan peralatan medis serta mendirikan kamp-kamp sementara dan toilet. Namun dana untuk operasi bantuan kemanusiaan di Irak saat ini mulai menipis dan stok bantuan pun hampir habis.
Demikian disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Irak, seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (19/5/2015).
Kota Ramadi jatuh ke tangan kelompok ISIS pada akhir pekan lalu. Sebelumnya pada April lalu, sekitar 130 ribu warga juga telah angkat kaki dari Ramadi karena pertempuran antara ISIS dan pejuang setempat.
"Ribuan keluarga yang telah kabur sebelumnya, telah kembali ke rumah-rumah mereka di Ramadi, ketika pertempuran kembali terjadi, mereka pun terpaksa kabur lagi untuk kedua kalinya," demikian statemen PBB.
"Tak ada yang lebih penting saat ini daripada membantu warga yang meninggalkan Ramadi. Mereka dalam kesulitan dan kita perlu melakukan segalanya yang mungkin untuk membantu mereka," tutur Koordinator Kemanusiaan PBB di Irak, Lise Grande.
"Ribuan orang harus tidur di tempat terbuka karena mereka tidak punya tempat untuk tinggal. Kita bisa berbuat lebih banyak jika kita punya dana," imbuhnya.
Menurut PBB, badan-badan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya terus memberikan bantuan bagi lebih dari 2,5 juta pengungsi dan warga yang kehilangan tempat tinggal di Irak. Namun saat ini pendanaan nyaris terkuras semuanya dan 56 program kesehatan akan dihentikan pada Juni mendatang karena kurangnya dana.
(ita/ita)










































