Militer AS menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/5/2015), pesawat tersebut mengalami hard landing saat latihan pada Minggu, 17 Mei waktu setempat. Penyebab insiden ini masih diselidiki.
Menurut warga setempat, mereka melihat asap hitam, tebal membumbung di atas wilayah sekitar Pangkalan Angkatan Udara Bellows.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para Marinir tersebut tergabung dalam Unit Ekspedisi Marinir ke-15 yang bertolak dari San Diego untuk misi pengerahan selama tujuh bulan.
Pesawat MV-22 Osprey bisa mengangkut hingga 24 personel Marinir dan jenis pesawat ini menggabungkan kemampuan manuver sebuah helikopter dengan kecepatan dan jarak tempuh sebuah pesawat turboprop.
(ita/ita)










































