Baik peluru karet maupun peluru sungguhan dilaporkan saksi mata, ditembakkan oleh tentara Israel dalam bentrokan yang terjadi di Kota Nablus. Namun pihak militer Israel membantah adanya peluru sungguhan yang ditembakkan personelnya.
Disampaikan saksi mata Palestina dan beberapa sumber keamanan, seperti dilansir AFP, Jumat (15/5/2015), lebih 1.000 orang dari permukiman Yahudi terdekat mendatangi kota itu untuk mengunjungi Joseph's Tomb, sehingga tentara Israel memblokir ruas jalan menuju situs bersejarah itu untuk umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara militer Israel menuturkan, pihaknya mengawal sekitar 3 ribu peziarah Yahudi yang mengunjungi makam itu sejak Rabu (13/5) malam. Kemudian ada kerumunan massa yang terdiri atas 200 warga Palestina mendekat dan mulai melempari batu.
Menurut juru bicara militer Israel, warga Palestina itu juga membakar ban sebagai wujud protes mereka. Tentara Israel menanggapi aksi protes itu dengan prosedur penanganan kerusuhan, namun juru bicara militer Israel membantah adanya peluru sungguhan yang ditembakkan personelnya.
Yang jelas, sumber keamanan menyebut, sekitar 10 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.
Bentrokan ini terjadi setelah otoritas Israel membentuk pemerintahan baru yang kembali dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Otoritas Palestina menyebut pemerintahan Israel yang baru akan semakin menjauhkan harapan perdamaian bagi kedua pihak.
(nvc/nwk)











































