"Serangan udara oleh koalisi (AS), pada Jumat (1/5) pagi, di desa Birmahle, Provinsi Aleppo menewaskan 52 warga sipil," terang Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman seperti dilansir AFP, Sabtu (2/5/2015).
"Tujuh anak-anak tewas dan 13 orang lainnya terjebak di dalam puing-puing," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun Birmahle hanya ada warga sipil, tidak ada posisi ISIS dan tidak ada bentrokan," sebutnya.
Menurut Abdel Rahman, tidak ada satupun anggota ISIS yang tewas akibat serangan di desa Birmahle. Namun sebuah penggerebekan di kota lain yang terletak tidak jauh dari desa Birmahle, dilaporkan menewaskan 7 anggota ISIS.
Serangan udara koalisi AS dimaksudkan untuk mendukung milisi Kurdi dalam bertempur melawan ISIS di Provinsi Aleppo. Di wilayah tersebut terdapat kota perbatasan Kobane yang menjadi lokasi bentrokan sengit antara Kurdi dengan ISIS.
Dalam pernyataannya, pada Jumat (1/5), pasukan gabungan koalisi anti-ISIS menyebut telah meluncurkan enam serangan udara di dekat Kobane, yang ditargetkan terhadap unit-unit taktis ISIS.
Syrian Observatory mencatat, serangan udara koalisi AS sedikitnya telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Suriah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.922 orang merupakan anggota ISIS.
(nvc/gah)










































