Serangan pesawat tak berawak AS pada Januari 2015 tersebut sebenarnya menargetkan markas Al-Qaeda. Namun warga AS, Warren Weinstein (73) dan warga Italia, Giovanni Lo Porto, yang disandera Al-Qaeda ikut tewas dalam serangan drone AS tersebut.
Weinstein telah disandera Al-Qaeda sejak tahun 2011, sementara Lo Porto menghilang di Pakistan sejak tahun 2012. Serangan drone AS saat itu juga menewaskan Ahmed Farouq, warga Amerika yang menjadi salah satu tokoh Al-Qaeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Weinstein, Elaine sangat bersedih atas kematian suaminya. Wanita itu mengkritik pemerintah AS atas bantuan yang tidak konsisten dan mengecewakan selama penyekapan suaminya. Dikatakan Elaine, Presiden AS Barack Obama telah menelepon dirinya pada Rabu, 22 April waktu setempat.
"Kami harap kematian suami saya dan lainnya yang mengalami tragedi serupa dalam beberapa bulan ini, pada akhirnya akan mendorong pemerintah AS bertanggung jawab secara serius dan melakukan penddekatan terpadu dan konsisten untuk mendukung para sandera dan keluarga mereka," tutur Elaine dalam statemennya seperti dilansir Reuters, Jumat (24/4/2015).
Menurut anggota Kongres AS, John Delaney dan para anggota parlemen lainnya, pemerintah AS perlu bekerja lebih baik lagi dalam menangani kasus-kasus penyanderaan warga AS.
Weinstein diculik di Lahore, Pakistan, saat bekerja sebagai kontraktor untuk badan U.S. Agency for International Development. Kelompok Al Qaeda telah menuntut pembebasan anggota Al-Qaeda di AS sebagai ganti pembebasan Weinstein.
Weinstein yang tinggal di Rockville, Maryland, muncul di video-video yang dirilis pada Mei 2012 dan Desember 2013. Dalam video itu, dia meminta Obama turun tangan untuk menyelamatkan dirinya.
(ita/ita)










































