Prancis Gagalkan 5 Serangan Teror Usai Insiden Charlie Hebdo

Prancis Gagalkan 5 Serangan Teror Usai Insiden Charlie Hebdo

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 15:51 WIB
Prancis Gagalkan 5 Serangan Teror Usai Insiden Charlie Hebdo
Ilustrasi
Paris - Otoritas Prancis mengklaim pihaknya telah menggagalkan sedikitnya 5 rencana serangan teror semenjak insiden brutal di kantor majalah satir Charlie Hebdo pada Januari lalu. Salah satunya ialah rencana serangan terhadap gereja setempat dan jemaatnya.

"Tidak pernah ada ancaman yang sedemikian tingginya," ucap Perdana Menteri Manuel Valls kepada radio setempat France Inter dan dilansir Reuters, Kamis (23/4/2015).

"Kita tidak pernah menghadapi terorisme semacam ini dalam sejarah kita," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya tersebut, PM Valls menekankan pada fakta ratusan warga Prancis yang kini ada di Suriah dan berisiko menjadi korban radikalisasi. Menurut PM Valls, seperti dilansir BBC, sekitar 1.573 warga maupun orang yang tinggal permanen di Prancis terkena dampak jaringan teror.

Dari jumlah tersebut, sedikitnya 442 orang diyakini saat ini tengah berada di wilayah Suriah. Sedangkan sebanyak 97 orang di antaranya tewas dalam pertempuran di Suriah maupun Irak, termasuk 7 orang yang tewas saat melakukan serangan bom bunuh diri.

"Sejumlah serangan telah berhasil digagalkan; lima (rencana serangan) jika Anda juga menghitung serangan yang tidak jadi dilakukan di Villejuif," tutur PM Valls seperti dilansir media Inggris, Sky News.

Pernyataan ini disampaikan PM Valls selang sehari setelah otoritas Prancis menangkap seorang pria berkewarganegaraan Aljazair, Sid Ahmed Ghlam (24) terkait kasus pembunuhan seorang wanita yang mayatnya ditemukan di dalam mobil pada Minggu (19/4). Dari dokumen Ghlam, polisi berhasil membongkar rencana serangan bersenjata terhadap sedikitnya satu gereja di wilayah Villejuif, Prancis.

PM Valls tidak menjelaskan lebih lanjut empat rencana serangan lainnya yang berhasil digagalkan, termasuk apakah rencana-rencana serangan itu terkait dengan tersangka yang ditangkap.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads