"Tidak pernah ada ancaman yang sedemikian tingginya," ucap Perdana Menteri Manuel Valls kepada radio setempat France Inter dan dilansir Reuters, Kamis (23/4/2015).
"Kita tidak pernah menghadapi terorisme semacam ini dalam sejarah kita," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 442 orang diyakini saat ini tengah berada di wilayah Suriah. Sedangkan sebanyak 97 orang di antaranya tewas dalam pertempuran di Suriah maupun Irak, termasuk 7 orang yang tewas saat melakukan serangan bom bunuh diri.
"Sejumlah serangan telah berhasil digagalkan; lima (rencana serangan) jika Anda juga menghitung serangan yang tidak jadi dilakukan di Villejuif," tutur PM Valls seperti dilansir media Inggris, Sky News.
Pernyataan ini disampaikan PM Valls selang sehari setelah otoritas Prancis menangkap seorang pria berkewarganegaraan Aljazair, Sid Ahmed Ghlam (24) terkait kasus pembunuhan seorang wanita yang mayatnya ditemukan di dalam mobil pada Minggu (19/4). Dari dokumen Ghlam, polisi berhasil membongkar rencana serangan bersenjata terhadap sedikitnya satu gereja di wilayah Villejuif, Prancis.
PM Valls tidak menjelaskan lebih lanjut empat rencana serangan lainnya yang berhasil digagalkan, termasuk apakah rencana-rencana serangan itu terkait dengan tersangka yang ditangkap.
(nvc/ita)











































