Wanita AS Jadi Korban Penembakan di Pakistan, Diduga oleh ISIS

Wanita AS Jadi Korban Penembakan di Pakistan, Diduga oleh ISIS

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2015 12:02 WIB
Wanita AS Jadi Korban Penembakan di Pakistan, Diduga oleh ISIS
Ilustrasi
Islamabad - Seorang wanita asal Amerika Serikat tertembak dan mengalami luka-luka di Karachi, Pakistan. Dari brosur yang ada di lokasi kejadian, menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan atas nama ISIS.

Korban serangan diidentifikasi polisi setempat sebagai Debra Lobo yang merupakan salah satu anggota fakultas pada Jinnad Medical and Dental College di Karachi. Seperti dilansir AFP, Jumat (17/4/2015), korban kini dalam kondisi stabil di rumah sakit. Korban, menurut polisi setempat, terkena satu tembakan di bagian pipi dan satu tembakan di bagian lengan.

"Lobo tengah dalam perjalanan ke kampusnya, ketika mobilnya diserang oleh dua pria bersenjata yang menumpang sepeda motor di Shaheed-e-Millat Road di bagian timur kota tersebut," terang seorang pejabat kepolisian setempat yang enggan disebut namanya kepada AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden ini dikonfirmasi oleh pejabat senior kepolisian setempat Mohammad Shah, yang juga menyatakan korban merupakan warga negara AS. Sedangkan menurut situs Jinnad Medical and Dental College, Lobo disebut menjabat sebagai Associate Professor of Community Health Science pada kampus itu.

Secara terpisah, Kedutaan Besar AS untuk Pakistan belum mengkonfirmasi bahwa warganya menjadi korban penembakan. "Kami telah melihat beberapa laporan media dan masih memantau dan memeriksa laporan tersebut," ucap juru bicara Kedubes AS kepada AFP.

Shah menambahkan, beberapa brosur dalam bahasa Inggris dan bahasa Urdu ditemukan di lokasi penembakan, yang menyebut bahwa serangan itu dilakukan oleh 'Lions of Daulah Al-Islamiyyah', yang merupakan nama Arab untuk ISIS. Namun koresponden AFP yang melihat brosur tersebut tidak menemukan adanya logo maupun emblem ISIS, melainkan hanya sumpah untuk menyerang AS dan warganya.

"Kami akan menunggu hingga kami menyergap dan membunuh Anda di mana pun Anda berada hingga kami mengepung Anda di Amerika dan atas rahmat Tuhan, KAMI AKAN MENGHANGUSKAN AMERIKA!!!" demikian bunyi tulisan pada brosur yang dilihat koresponden AFP.

Karachi merupakan kota besar di Pakistan dengan 20 juta penduduk. Aksi kekerasan yang diwarnai penembakan dan serangan bom biasa terjadi di wilayah ini, namun serangan terhadap warga asing tergolong jarang.

(nvc/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads