Bapak bangsa Singapura itu telah dirawat di rumah sakit sejak 5 Februari lalu karena mengalami pneumonia parah.
"Lee Kuan Yew masih kritis di ICU," demikian statemen kantor Perdana Menteri Singapura seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (19/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun Lee telah mundur dari panggung politik dan publik, namun kondisi kesehatan pendiri Singapura itu tak pernah luput dari perhatian publik. Hingga kini dia masih dipandang sebagai figur berpengaruh bagi pemerintahan PM Lee Hsien Loong, putra sulungnya.
Lee Kuan Yew memimpin Singapura sebagai PM selama 31 tahun sejak negeri itu memisahkan diri dari Malaysia pada 1965 hingga lengser pada 1990. Di bawah kepemimpinannya Singapura menjelma menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
Meski banyak dipuji, sosok bapak bangsa Singapura itu tak lepas dari kontroversi. Banyak yang mengkritik gaya kepemimpinan Lee yang otoriter. Sahabat dekat mantan presiden Indonesia Suharto itu, mempertahankan pengaruh di balik layar dengan menjabat sebagai menteri senior dan menteri mentor hingga mundur dari kabinet seusai pemilu 2011.
Saat ini Lee tercatat sebagai salah satu anggota parlemen terlama di dunia, mewakili konstituensi Tanjong Pagar sejak 1955.
(ita/ita)











































