Dalam statemen singkatnya seperti dilansir NDTV, Rabu (18/3/2015), selain mengecam pemerkosaan tersebut, PM Modi juga meminta laporan segera dari pejabat-pejabat setempat terkait kasus tersebut.
Biarawati tersebut diperkosa setelah sekelompok perampok yang berjumlah enam orang membobol masuk ke sekolah biara di dekat kota Ranaghat, sekitar 70 kilometer dari Kolkata, negara bagian West Bengal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini memicu kemarahan para anggota parlemen. Dalam sidang parlemen pada Selasa, 17 Maret waktu setempat, sejumlah anggota parlemen mempertanyakan mengapa pelaku pemerkosaan belum ditangkap.
"Kami semua merasa malu, ini tak pernah bisa dibayangkan, kami tak pernah mendengar hal-hal seperti ini," cetus Mohammed Salim, salah satu anggota parlemen. "Dan meski begitu, setelah 70 jam tak ada penangkapan yang dilakukan," cetusnya.
Sementara itu, dalam insiden terpisah, sebuah gereja yang belum selesai dibangun di negara bagian Haryana, telah dirusak dan dihancurkan massa. Para pelaku pengrusakan menancapkan sebuah bendera bertuliskan nama dewa Hindu, Rama. Hal ini kian meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan warga minoritas agama di India.
Belum jelas apakah pemerkosaan terhadap biarawati tua itu dilakukan beramai-ramai atau tidak. Namun selain memperkosa, keenam pria itu juga mencuri uang dan barang-barang lain dari sekolah biara tersebut.
Akibat peristiwa tersebut, korban harus menjalani operasi atas luka-luka yang dideritanya. Saat ini, dia masih dalam perawatan di rumah sakit di Ranaghat.
(ita/ita)











































