Direktur Intelijen Sebut 40 Warga AS Telah Kembali dari Suriah

Direktur Intelijen Sebut 40 Warga AS Telah Kembali dari Suriah

- detikNews
Selasa, 03 Mar 2015 13:43 WIB
Direktur Intelijen Sebut 40 Warga AS Telah Kembali dari Suriah
Ilustrasi
Washington - Sekitar 180 warga Amerika Serikat diketahui telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan militan setempat. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 orang di antaranya telah pulang kembali ke AS.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (3/3/2015), Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper menyatakan, tidak semua warga AS yang pergi ke Suriah memiliki tujuan berjihad dan bertempur dengan militan di sana. Beberapa orang, menurut Clapper, menjadi relawan kemanusiaan di Suriah.

AS dan sekutunya meyakini bahwa lebih dari 20 ribu pelaku jihad asing yang berasal dari 90 negara di dunia, telah pergi ke Suriah. Tidak sedikit yang bergabung dengan militan ISIS, yang menguasai beberapa wilayah Suriah dan Irak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berulang kali, otoritas AS mengungkapkan kekhawatiran soal warganya yang diradikalisasi dan mendapat pelatihan untuk melakukan serangan di Suriah, yang berpotensi memicu kekacauan ketika pulang kembali ke AS.

Namun Clapper menyatakan, sejauh ini belum muncul serangan teror yang direncanakan oleh pelaku jihad yang baru pulang dari Suriah.

Dalam sebuah forum di Dewan Urusan Luar Negeri, Clapper menegaskan, sepanjang tidak terlibat aksi kekerasan di luar negeri, merupakan hak setiap warga negara AS untuk pulang kembali ke negaranya.

Lebih lanjut, Clapper menyatakan bahwa prioritas AS dan sekutu dalam operasi militer di Suriah ialah pertempuran melawan ISIS. Meskipun AS meyakini bahwa penting bagi Presiden Bashar al-Asad untuk segera lengser dari jabatannya.

"Daya tarik bagi semua ekstremisme ini ... adalah karena dirinya (Assad-red)," ucapnya.

Clapper mengaku, upaya AS untuk merekrut dan melatih pemberontak Suriah merupakan langkah yang harus terus dilakukan dalam jangka panjang. "Masalahnya adalah dibutuhkan lebih banyak waktu untuk mendapatkan kekuatan yang akan memberikan dampak besar," tandasnya.


(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads