Dalam pidatonya di depan partai berkuasa, Central Military Commission (CMC), Kim mengatakan, militer harus "benar-benar siap merespons setiap bentuk perang yang ditimbulkan musuh."
Demikian seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir AFP, Senin (23/2/2015).
Selain menekankan perlunya militer Korut, Korean People's Army (KPA) untuk memfokuskan semua upaya dalam melakukan kesiapan tempur, Kim juga mengatakan, perlunya untuk mengorganisir "mesin" KPA. Namun Kim tidak menjelaskan lebih jauh mengenai pernyataannya itu.
Korut telah tiga kali melakukan uji coba nuklir. Baru-baru ini Korut mengancam akan kembali melakukan uji coba nuklir keempat, di tengah ketegangan atas sanksi-sanksi baru AS dan langkah PBB untuk mengecam Korut terkait catatan HAM-nya.
Ketegangan ini diperkirakan akan terus meningkat bulan depan, ketika AS dan Korsel menggelar latihan militer gabungan mereka yang diberi nama Key Resolve and Foal Eagle. Washington dan Seoul bersikeras, latihan tersebut sifatnya defensif belaka. Namun latihan ini kerap dikecam Pyongyang sebagai latihan provokatif untuk invasi.
(ita/ita)











































