Tentara yang diidentifikasi sebagai Sersan Lim ini, menewaskan lima rekan satu unitnya dan melukai tujuh prajurit lainnya pada Juni 2014 lalu. Insiden brutal ini terjadi di salah satu pos keamanan dekat perbatasan Korea Utara (Korut).
Saat itu, sempat terjadi baku tembak selama 24 jam dengan tentara Korsel lainnya. Setelah dibujuk oleh ayahnya untuk menyerahkan diri, Lim malah menembak dirinya sendiri di bagian perut, sebelum ditangkap dan dibawa ke rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lim yang berusia 20-an tahun digambarkan sebagai tentara yang bersifat tertutup. Pihak militer sempat mengutarakan kekhawatiran terhadap kesehatan kejiwaan Lim. Namun kemudian dia dinyatakan sehat dan layak untuk dikirimkan ke pos dekat perbatasan.
Kasus yang menjerat Lim ini memicu kritikan dan protes publik atas kurangnya penegakan disiplin militer dan kegagalan militer untuk mencegah kasus, yang melibatkan tentara yang memiliki gangguan personal hingga membahayakan rekan sesama tentara.
Sistem wajib militer yang diberlakukan di Korsel juga ikut menuai kritik. Kini, tercatat ada sekitar 630 ribu tentara di Korsel, yang sebagian besar merupakan tentara wajib militer yang hanya mengabdi selama 2 tahun.
(nvc/ita)











































