"Putra saya, Kenji bukanlah musuh orang-orang yang menganut Islam. Saya hanya bisa berdoa sebagai seorang ibu, untuk pembebasannya," ucap ibunda Goto, Junko Ishido sembari menahan tangis dalam konferensi pers di Tokyo, seperti dilansir Reuters, Jumat (23/1/2015).
"Jika saya bisa memberikan nyawa saya, saya akan memohon agar putra saya dibebaskan, ini akan menjadi pengorbanan kecil dari saya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Goto (47) muncul dalam video ISIS yang dirilis Selasa (20/1) lalu bersama seorang sandera lainnya, Haruna Yukawa (42). Keduanya saling mengenal di Suriah pada April 2014 dan kemudian pergi bersama ke Irak pada Juni 2014.
Yukawa merupakan seorang pengusaha yang bermimpi menjadi kontraktor militer. Dia diculik di Aleppo, Suriah pada Agustus 2014 lalu. Sedangkan Goto yang merupakan wartawan perang ini, memutuskan pergi ke Suriah pada akhir Oktober 2014 lalu untuk membantu mencari Yukawa, namun malah ikut hilang.
ISIS mengancam akan membunuh keduanya jika pemerintah Jepang tidak membayar tebusan US$ 200 juta (RP 2,5 triliun) dalam batas waktu 72 jam. Pemerintah Jepang memperkirakan batas waktu jatuh tempo pada Jumat (23/1) sekitar pukul 14.50 waktu setempat.
"Dia (Goto-red) meninggalkan bayi yang masih sangat kecil dan meninggalkan keluarganya dan saya tanyakan mengapa dia membuat keputusan ini, dan istrinya mengatakan dia melakukan apapun untuk menyelamatkan teman dan kenalannya, dan hal itu sangat penting baginya," sebut ibunda Goto sambil berjuang menahan air mata.
(nvc/ita)











































