"Kami sedih atas kepergian para pekerja medis kami ini," ujar pejabat senior Kementerian Kesehatan Sierra Leone seperti dikutip kantor berita Reuters, Sabtu (6/12/2014).
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah mengenai identitas kedua dokter yang meninggal pada Jumat, 5 Desember waktu setempat tersebut. Namun menurut sumber rumah sakit, kedua dokter tersebut adalah Dr Dauda Koroma dan Dr Thomas Rogers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Sierra Leone telah berjanji untuk memberikan kompensasi senilai US$ 5 ribu bagi keluarga para staf medis yang meninggal dalam memerangi Ebola. Dalam pidatonya di parlemen pada Jumat (5/12), Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma menyebut paramedis yang memerangi Ebola sebagai "pahlawan terbesar" negeri itu.
Menurut data terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah Ebola telah menewaskan hampir 6.200 orang, yang kebanyakan berada di Liberia, Sierra Leone dan Guinea. Dari jumlah itu, hampir 350 orang adalah pekerja medis, termasuk 106 orang di Sierra Leone.
(ita/ita)











































