Boko Haram Culik 30 Bocah Laki-laki dan Perempuan di Nigeria

Boko Haram Culik 30 Bocah Laki-laki dan Perempuan di Nigeria

- detikNews
Senin, 27 Okt 2014 15:31 WIB
Boko Haram Culik 30 Bocah Laki-laki dan Perempuan di Nigeria
Ilustrasi (Reuters)
Abuja -

Militan Boko Haram di Nigeria kembali menculik sedikitnya 30 anak-anak dari sebuah desa setempat. Jika biasanya hanya anak perempuan saja yang menjadi korban Boko Haram, kali ini ada sejumlah anak laki-laki yang juga diculik.

Otoritas setempat, seperti dilansir CNN, Senin (27/10/2014), menuturkan bahwa sekelompok pria bersenjata yang merupakan anggota Boko Haram, menyerbu kota Mafa, Borno dan kemudian menculik 30 anak dari wilayah tersebut.

Penyerbuan dan penculikan ini terjadi pada Jumat (24/10) tengah malam hingga Sabtu (25/10) waktu setempat. Namun beritanya lambat menyebar karena kurangnya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut, karena sebagian besar menara telekomunikasi telah dihancurkan oleh Boko Haram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam dua hari terakhir, militan Boko Haram menyerbu Mafa dan menculik 30 anak laki-laki berusia 13 tahun ke atas dan anak perempuan berusia 11 tahun ke atas," terang pimpinan otoritas wilayah Mafa, Shettima Maina.

"Mereka (Boko Haram) membawa mereka ke markas mereka di semak-semak, dan kami yakin mereka akan dijadikan prajurit," imbuhnya.

Secara terpisah, kepala wilayah Mafa, Mallam Ashiekh Mustapha menambahkan, pelaku penculikan juga mencuri sekitar 300 ekor sapi milik warga setempat. Insiden semacam ini memaksa eksodus warga Mafa dan desa sekitarnya ke ibukota Maiduguri, Borno demi menghindari kekejaman militan Boko Haram.

"Banyak orang yang melarikan diri bersama keluarga mereka ke Maiduguri karena takut dibunuh atau takut anaknya diculik," terang Mustapha.

Pekan lalu, militan Boko Haram menculik sekitar 60 wanita dan anak remaja dari dua desa warga penganut Kristen di wilayah Adamawa. Sedangkan pada Kamis (23/10) lalu, Boko Haram menculik 25 anak perempuan dari sebuah wilayah Nigeria bagian timur laut.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads