Menurut rilis pers dari Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, korban tewas dalam bentrokan pada Jumat, 24 Oktober waktu setempat di kota Silwad, Tepi Barat. Demikian seperti dilansir kantor berita CNN, Sabtu (25/10/2014).
"Kami menyerukan penyelidikan yang cepat dan transparan, dan akan terus berhubungan dengan otoritas setempat, yang telah memimpin penyelidikan ini," tutur Jen Psaki, juru bicara Deplu AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan masih melanda wilayah Tepi Barat setelah tiga jasad remaja Israel ditemukan pada Juni lalu. Diikuti kemudian dengan serangan-serangan balasan, serangan roket dan serangan udara Israel yang silih-berganti. Pertumpahan darah yang berlangsung tujuh pekan itu telah menewaskan lebih dari 2 ribu warga Palestina dan 67 warga Israel.
Pada Rabu, 22 Oktober lalu, seorang bayi perempuan berumur 3 bulan tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka ketika seorang pria Palestina menabrakkan mobilnya ke kerumunan orang di Yerusalem. Juru bicara kepolisian Israel Mickey Rosenfeld menyebut insiden itu peristiwa yang disengaja dan serangan teror.
(ita/ita)











































