Di Iran, perceraian terus melonjak. Sejak tahun 2006, angka perceraian telah meningkat lebih dari 1,5 kali atau sekitar 20 persen.
Dalam kurun waktu akhir Maret hingga akhir Mei lalu saja, lebih dari 21 ribu kasus perceraian telah didaftarkan. Sejumlah alasan perceraian di Iran, sama halnya seperti kebanyakan negara lain, termasuk masalah ekonomi, perzinahan, kecanduan narkoba atau kekerasan fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya seorang wanita akan menikah dan dia harus menerimanya. Sekarang jika dia tidak bahagia, dia akan berpisah. Itu bukan tabu," cetusnya.
Menurut sosiolog Amerika Serikat, Kevan Harris, lonjakan angka perceraian ini dikarenakan perubahan internal dalam masyarakat Iran.
Peningkatan angka perceraian ini meresahkan pejabat-pejabat pemerintah Iran. Sebabnya, ini terjadi sementara angka kelahiran di negeri itu menurun. Tahun lalu, komite urusan sosial parlemen Iran mengajukan anggaran senilai US$ 1,1 miliar untuk memfasilitasi pernikahan. Namun usulan ini tidak disetujui parlemen.
(ita/ita)











































