"Seorang ayah yang penyayang dan pemurah, dia sumber inspirasi bagi kami dan keluarga kami serta bagi jutaan warga Australia," demikian pernyataan anak-anaknya: Antony, Nicholas, Stephen dan Catherine saat mengumumkan kematian Whitlam, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/10/2014).
PM Australia Tony Abbott menyebut figur Partai Buruh tersebut "besar di masanya". Abbott pun memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski hanya menjabat selama tiga tahun yang penuh gejolak, Whitlam melakukan reformasi besar-besaran pada perekonomian bangsa dan urusan budaya. Dia menghentikan wajib militer, memperkenalkan pendidikan universitas yang gratis, mengakui komunis China, menarik pasukan dari Vietnam dan menghapuskan hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan federal.
Namun pria flamboyan itu juga dikenal otokratis selama memimpin, sering berseteru dengan para menterinya. Hingga pada akhirnya Whitlam menjadi satu-satunya PM Australia yang diberhentikan.
Pemecatannya dipicu oleh penolakan majelis tinggi parlemen, di mana partainya, Partai Buruh tidak memegang mayoritas kursi, untuk meluluskan rancangan anggaran hingga pemerintah setuju untuk menggelar pemilihan umum.
Untuk menghentikan kebuntuan itu, perwakilan Ratu Inggris, Gubernur Jenderal Sir John Kerr mengambil langkah tak terduga dengan memecat Whitlam dan menunjuk pemimpin oposisi saat itu, Malcolm Fraser sebagai PM interim.
(ita/ita)











































