Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (18/10/2014), kementerian pertahanan Kamerun menyebutkan bahwa bentrokan tersebut terjadi pada Rabu (15/10) dan Kamis (16/10) setelah Boko Haram menyusuo masuk ke perbatasan kota Amchide dan Limani.
Menurut otoritas setempat, sebanyak 6 tentara Kamerun tewas dalam bentrokan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menggorok leher banyak warga sipil, sedikitnya 30 orang," sebutnya.
Seorang manajer badan transfer uang setempat ikut tewas. Sejumlah gereja dan beberapa bar setempat habis dibakar oleh Boko Haram.
"Mereka ingin menyerang kamp (yang menjadi markas tentara elite), dengan bom mobil, tapi tentara kami selangkah lebih maju dari mereka dan menghancurkannya," ucap pejabat kepolisian tersebut.
Seorang penjaga keamanan di Amchide membenarkan pernyataan polisi tersebut. "Militan Boko Haram membunuh banyak orang di kota ini. Mereka menggorok leher tetangga saya. Mereka membunuh manajer Express Union dan dua penjaga keamanan di tokonya. Mereka membakar sejumlah gereja dan sebuah masjid," tuturnya.
Menurut kementerian pertahanan Kamerun, bentrokan berawal ketika militan Boko Haram yang bersenjata lengkap menumpang kendaraan lapis baja untuk menyeberang perbatasan dari Nigeria.
Bentrokan dimulai pada Rabu (15/10) tengah malam dan sempat terhenti sebentar pada Kamis (16/10) sebelum akhirnya berlanjut. Menurut kementerian, Boko Haram akhirnya melarikan diri kembali ke perbatasan.
"Ketenangan telah kembali dan pasukan kami dalam kendali penuh atas area perbatasan," tegas kementerian.
Kamerun berbagai perbatasan sepanjang 2 ribu kilometer dengan Nigeria, yang sejak tahun 2009 banyak dilanda aksi kekerasan yang didalangi Boko Haram dan dilaporkan menewaskan 10 ribu orang.
(nvc/fjr)










































