Antisipasi Virus Ebola, Beberapa Sekolah di Ohio dan Texas Ditutup

Antisipasi Virus Ebola, Beberapa Sekolah di Ohio dan Texas Ditutup

- detikNews
Jumat, 17 Okt 2014 09:08 WIB
Antisipasi Virus Ebola, Beberapa Sekolah di Ohio dan Texas Ditutup
Ilustrasi
Texas -

Sejumlah sekolah di Ohio dan Texas, Amerika Serikat ditutup sementara akibat virus Ebola. Penutupan dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa ada siswa maupun guru dan staf sekolah yang terpapar virus mematikan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (17/10/2014), sejumlah siswa atau staf sekolah yang ditutup sementara tersebut, diketahui sempat satu pesawat dengan pekerja medis asal Dallas, Texas yang positif terinfeksi Ebola.

Pekerja medis bernama Amber Vinson tersebut bepergian dengan pesawat Frontier Airlines pada 13 Oktober lalu. Padahal saat itu, dirinya tengah mengalami demam yang ternyata merupakan gejala Ebola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan, ada sekitar 132 orang yang satu pesawat dengan Vinson, yang kini menjadi fokus pengawasan otoritas terkait. Meskipun menurut CDC, risiko penularan di dalam pesawat sangat rendah.

Ada tiga sekolah di pusat Texas yang ditutup sejak Kamis (16/10) waktu setempat, karena dua siswanya satu pesawat dengan Vinsen dalam penerbangan dari Cleveland menunju ke Dallas/Fort Worth tersebut.

Otoritas pengawas sekolah wilayah tersebut, Susan Kincannon menyatakan, North Belton Middle School dan Sparta Elementary yang merupakan sekolah kedua siswa tersebut, sama-sama ditutup sementara.

Belton Early Childhood School juga ikut ditutup sementara, sedangkan otoritas kesehatan masih mengevakuasi risiko penularan virus tersebut.

"Saya frustrasi bahwa kami baru mengetahuinya hingga tengah malam, bahwa CDC tengah mengevaluasi risiko kesehatannya," tulis Kincannon dalam pernyataannya.

"Kesehatan dan keselamatan siswa kami merupakan prioritas utama," imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah sekolah di Ohio juga ditutup, termasuk Solon Middle School dan Parkside Elementary. Penutupan dilakukan setelah seorang staf sekolah berpotensi berada di pesawat yang sama, namun penerbangan yang berbeda.

"Kami baru mengetahui hari ini bahwa seorang anggota staf SMS (Solon Middle School) pulang ke rumahnya dari Dallas dengan Frontier Airlines, Selasa (14/10) dalam penerbangan yang berbeda, tapi mungkin pesawat yang sama dengan perawat Texas yang terinfeksi Ebola," demikian pernyataan pihak sekolah.

Pihak sekolah menyatakan, penutupan sekolah tersebut merupakan langkah pencegahan dan fasilitas gedung sekolah juga akan menjalani pembersihan.

Vinson merupakan pekerja medis kedua di AS yang positif terinfeksi Ebola, setelah merawat pasien Ebola asal Liberia, Thomas Eric Duncan, yang akhirnya meninggal dunia pada 8 Oktober lalu di Dallas, Texas. Vinson didiagnosis Ebola pada 15 Oktober lalu, atau dua hari setelah dia terbang dengan Frontier Airlines. Pekerja medis lainnya, Nina Pham, yang bekerja satu rumah sakit dengan Vinson, didiagnosa terinfeksi Ebola lebih dulu, yakni pada 12 Oktober.

(nvc/ita)


Berita Terkait