"Jawaban untuk tantangan keamanan bukanlah rezim Assad," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf kepada wartawan seperti dilansir AFP, Sabtu (13/9/2014).
"Mereka sendiri telah menciptakan kekosongan keamanan. Kami tidak akan bekerja sama dengan mereka dalam pertempuran ini," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Harf ini menanggapi pernyataan penasihat Assad, Buthaina Shaaban yang menyatakan bahwa pemerintah Suriah harus dilibatkan sebagai bagian penting dalam koalisi multinasional melawan ISIS di Suriah. Harf menekankan, posisi AS tetap teguh dalam barisan anti-Assad.
Menurut Harf, pasukan pemerintah Suriah masih terus menghabisi nyawa rakyatnya sendiri. Perang sipil yang sudah berlangsung selama 4 tahun di negara tersebut, telah menewaskan lebih dari 160 ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan.
Saat ditanya apakah AS perlu berkoordinasi dengan pemerintah Suriah dalam sejumlah hal seperti pergerakan pasukan di darat atau saat ada pesawat yang ditembak jatuh atau saat ada tentara AS yang ditangkap militan, Harf menegaskan, hal itu tidak akan dilakukan AS.
"Kami tidak menyakini bahwa kami harus. Kami tidak tidak berkoordinasi dengan rezim Assad," tandasnya.
(nvc/ndr)











































