Dalam wawancara dengan CNN, Diane Foley mencetuskan, dia merasa masalah putranya merupakan "gangguan" bagi pemerintah AS. Dikatakan Diane, keluarganya telah diingatkan akan dituntut di pengadilan jika mencoba membayar uang tebusan untuk membebaskan putra mereka.
Keluarga Diane juga diberitahu bahwa tak akan ada tahanan yang ditukar untuk kebebasan James, dan pemerintah AS pun tak akan mengambil aksi militer. Keluarga itu pun diingatkan untuk tidak mengungkapkan hal tersebut ke media. Dikatakan Diane, keluarganya hanya diminta untuk percaya bahwa masalah putranya akan ditangani pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir upaya-upaya kami untuk membebaskan Jim merupakan gangguan bagi pemerintah AS," tutur Diane.
"Jim pasti bersedih. Jim sangat yakin bahwa negaranya akan memberikan pertolongan," cetus Diane. "Kami cuma diberitahu untuk percaya bahwa dia akan dibebaskan bagaimanapun juga, secara ajaib. Dan ternyata tidak, bukan?" pungkas wanita itu.
Kematian James terungkap pada 19 Agustus lalu lewat video yang dirilis kelompok jihadis ISIS. Dalam video itu terlihat, jurnalis berumur 40 tahun itu dipenggal ISIS di Suriah.
ISIS menyatakan, pembunuhan James sebagai respons atas serangan udara AS terhadap ISIS di Irak. Sepekan kemudian, ISIS kembali merilis video lain yang menunjukkan pemenggalan jurnalis AS lainnya, Steven Sotloff.
(ita/ita)











































