"Serangan itu dilakukan dengan bom mobil di kantor NDS provinsi Nangarhar, dan kemudian sejumlah militan mulai menyerang kantor tersebut," tutur Ahmad Zia Abdulzai, juru bicara gubernur provinsi Nangarhar seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (30/8/2014).
"NDS (National Directorate of Security) Nangarhar mengatakan pada kami bahwa setidaknya tiga pegawai mereka tewas dalam serangan itu," imbuhnya.
Dalam insiden yang terjadi Sabtu pagi waktu setempat itu, para militan dan pegawai NDS sempat terlibat baku tembak.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Disebutkannya, beberapa agen NDS tewas dalam serangan itu.
Badan intelijen Afghan kerap menjadi target serangan para militan Taliban. Pada Desember 2012 lalu, kepala NDS Asadullah Khalid mengalami luka-luka serius dalam serangan yang dilakukan "utusan" Taliban. Pria tersebut meledakkan bahan peledak yang disembunyikannya di celana dalamnya.
(ita/ita)











































