Amerika Serikat menyatakan sejak awal telah meminta pemerintah Qatar untuk tidak membayar uang tebusan demi pembebasan warga AS bernama Peter Theo Curtis. Warga AS tersebut sebelumnya disandera oleh kelompok pemberontak di Suriah.
Pihak keluarga Curtis menuturkan, pemerintah Qatar berulang kali memastikan mereka bahwa kebebasan Curtis tidak dicapai dengan membayar uang tebusan. Hal ini terjadi di tengah perdebatan terkait kebijakan AS yang menolak pembayaran uang tebusan kepada kelompok ekstremis maupun organisasi terorisme.
Curtis dibebaskan pada Minggu (24/8) setelah Gedung Putih menyebutkan bahwa pihaknya memfasilitasi kontak antara keluarga Curtis dengan pemerintah Qatar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua mengatakan, kami bersyukur mengetahui bahwa Curtis bisa kembali pulang setelah sekian lama disandera di Suriah," imbuhnya.
Kerabat Curtis mengakui bahwa mereka berulang kali diberitahu oleh pemerintah Qatar yang membantu pembebasan Curtis, bahwa pihaknya berusaha mengamankan pembebasan dengan negosiasi yang baik, bukan dengan menjanjikan pembayaran uang tebusan.
Curtis dibebaskan kurang dari seminggu setelah video mengerikan yang menunjukkan eksekusi mati wartawan AS, James Foley. Kontroversi menyeruak karena terungkap bahwa Foley dibunuh setelah AS menolak membayar uang tebusan yang diminta militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
AS menegaskan, membayar uang tebusan bukanlah kebijakan yang tepat. AS juga meyakini bahwa dengan membayar uang tebusan hanya akan membahayakan nyawa seluruh warga AS di dunia.
(nvc/ita)











































