Otoritas Inggris mengklaim bakal segera mengidentifikasi militan ISIS pelaku pemenggal wartawan Amerika Serikat James Foley. Penyelidikan dilakukan oleh otoritas Inggris karena pelaku berbicara dengan aksen Inggris.
"Saya tidak bisa mengatakan banyak, tapi saya tahu dari kolega saya di tanah air bahwa kami semakin dekat ke arah itu," tutur Duta Besar Inggris untuk AS, Peter Westmacott seperti dilansir AFP, Senin (25/8/2014).
Surat kabar setempat, Sunday Times mengutip seorang pejabat senior pemerintahan yang menyebutkan, dinas intelijen MI5 dan juga MI6 telah berhasil mengidentifikasi pelaku pembunuhan Foley.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlihat dalam video yang dirilis ISIS pekan lalu, seorang pria berpenutup wajah dengan pakaian serba hitam mengeksekusi mati Foley. Pelaku juga mengancam akan membunuh seorang warga AS lainnya yang juga disandera oleh ISIS, jika Obama tidak menghentikan operasi militer AS di Irak.
Yang menarik, pelaku berbicara lancar dalam bahasa Inggris dengan aksen Inggris yang kental. Tentu saja ini langsung mengarahkan sorotan dunia ke Inggris.
"Kami menaruh perhatian besar pada hal itu dan juga pada keberadaan teknologi canggih, alat identifikasi suara dan lain sebagainya, yang bisa digunakan untuk memeriksa siapa orang-orang ini," tutur Westmacott.
Westmacott menuturkan, sebanyak 500 warga Inggris diyakini pergi ke Suriah dan Irak untuk bertempur bersama militan ISIS dan kelompok lainnya.
(nvc/ita)










































