Keji! 70 Orang Ditembak Mati di Masjid Sunni Irak

Keji! 70 Orang Ditembak Mati di Masjid Sunni Irak

- detikNews
Sabtu, 23 Agu 2014 12:37 WIB
Keji! 70 Orang Ditembak Mati di Masjid Sunni Irak
Ilustrasi
Baghdad - Sebanyak 70 orang tewas dalam penembakan brutal yang terjadi di sebuah masjid di Irak. Diduga kuat aksi ini merupakan serangan balasan dalam konflik sektarian dan didalangi oleh milisi Syiah setempat.

Insiden yang terjadi di Provinsi Diyala ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan sektarian antara minoritas Sunni Arab yang ada di Irak dengan pemerintahan yang didominasi kaum Syiah.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/8/2014), militer dan polisi setempat menyebut serangan di Masjid Musab bin Omair pada Jumat (22/8) kemarin ini terjadi setelah sejumlah anggota milisi Syiah tewas dalam bentrokan dengan kaum Sunni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter dan otoritas setempat melaporkan bahwa korban tewas mencapai 70 orang dan sebanyak 20 orang lainnya luka-luka. Dalam serangan ini, para jemaah yang sedang salat dilaporkan diberondong secara brutal dengan senapan mesin oleh para pelaku.

Ibrahim Aziz Ali yang keponakannya tewas dalam insiden keji tersebut menuturkan kepada AFP, bahwa dirinya dan warga setempat lain mendengar suara tembakan dan segera bergegas ke masjid tersebut.

Mereka mendapati, lima kendaraan yang dipasangi foto tokoh Syiah yang dihormati, Imam Hussein tengah diparkir di luar masjid. Menurut Ali, warga setempat sempat bentrok dengan para pelaku yang kemudian melarikan diri ketika militer Irak tiba di lokasi.

"Kami mendapati sebuah pembantaian (di dalam masjid)," terang Ali, yang berharap ada keadilan atas insiden ini.

Perdana Menteri Irak, Haidar al-Abadi telah menyampaikan kecamannya atas insiden keji ini. Dia juga menyerukan agar semua pihak bersatu.

Awalnya, otoritas setempat menduga serangan ini didalangi oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang tengah merajalela di Irak. Namun penyelidikan lebih lanjut mengarah pada milisi Syiah.

Pemerintah Irak mengandalkan kemampuan para milisi setempat dalam menghadapi militan ISIS yang berhasil menguasai sejumlah wilayah Irak bagian utara. Namun sayangnya, di sisi lain hal ini malah membangkitkan semangat milisi setempat yang sebelum terlibat konflik sektarian di negara tersebut.

(nvc/gah)


Berita Terkait