"Kami perlu mencari tahu apa yang sebenarnya mereka cari, uang atau dokumen," ucap kepala serikat kepolisian nasional, Nicolas Comte, seperti dilansir AFP, Selasa (19/8/2014).
Penyelidikan kasus ini kini dipegang oleh unit khusus BRB, yang khusus menangani kasus perampokan bersenjata. Namun jika dalam perkembangannya, terungkap motif lain selain perampokan, maka delik pidananya harus diubah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penyelidikan awal mengungkapkan bahwa para pelaku, yang disebut-sebut berjumlah 5-8 orang jelas-jelas memahami situasi dan kondisi yang akan mereka hadapi saat beraksi. Anehnya, dari sekitar 10 mobil yang ada dalam rombongan, hanya satu mobil itu saja yang diserang.
"Mereka menyadari apa yang akan mereka dapatkan dengan secara khusus menyerang mobil itu dan bukan mobil yang lain," imbuh sumber tersebut.
Secara terpisah, Frederic Lagache dari serikat polisi Alliance menyebut adanya keterlibatan kelompok berpengalaman dalam kasus ini.
"Kami berhadapan dengan kelompok bersenjata dan penjaga terorganisir. Sekali lagi, sayangnya, kami melihat bahwa para pelaku tidak takut dengan polisi dan tidak khawatir akan konsekuensi tindakan mereka," ucapnya.
Pelaku pembajakan dan perampokan dalam kasus ini datang dengan mengendarai dua mobil mewah merek BMW dan membawa senapan Kalashnikov buatan Rusia. Sedangkan korban yang awalnya disebut Pangeran Arab Saudi, namun ternyata hanyalah warga Saudi biasa ini menumpang mobil mewah jenis minivan Mercedes Viano.
Media setempat Le Parisien melaporkan, para pelaku kabur dengan membawa dokumen diplomatik yang sensitif, selain menggondol uang tunai sebesar 250 ribu Euro atau setara Rp 3,8 miliar.
Sumber dekat dengan penyelidikan kasus ini juga membenarkan adanya pencurian dokumen diplomatik tersebut. "Untuk saat ini, kami tidak memiliki penjelasan detail terkait isi dokumen tersebut. Mereka bisa saja dokumen sensitif tapi bisa juga tidak penting sama sekali," ucapnya.
Dalam keterangan terpisah, Kedubes Saudi di Paris membantah laporan yang menyebut bahwa mobil yang dibajak dan dirampok tersebut berkaitan dengan pihak kedubes dan membawa dokumen penting. Menurut Kedubes Saudi, hal itu tidak benar.
(nvc/nrl)











































