Nama Malaysia Airlines (MAS) kembali mencuat. Kali ini, seorang awak kabin maskapai penerbangan Malaysia itu ditahan di Prancis atas tuduhan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang wanita.
Kasus yang melibatkan pramugara MAS dalam penerbangan tujuan Paris, Prancis ini menambah deretan masalah yang mendera maskapai tersebut, setelah dua tragedi yang dialami tahun ini.
Dalam pernyataannya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/8/2014), pihak MAS menyatakan bahwa kepolisian Prancis telah menahan seorang krunya untuk diinterogasi. Ini dilakukan terkait tuduhan "perilaku seksual yang tak senonoh" terhadap seorang penumpang dalam penerbangan MH20 dari Kuala Lumpur, Malaysia pada 4 Agustus lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramugara tersebut duduk di sampingnya dan melakukan pelecehan seksual dengan dalih untuk "menenangkan" dirinya.
Atas kasus ini, MAS berjanji akan membantu otoritas Prancis dalam penyelidikan mereka. Ditegaskan MAS, keselamatan, kenyamanan dan kesejahteraan para penumpang merupakan prioritas tertinggi mereka.
Pada 17 Juli lalu, pesawat MAS MH17 ditembak jatuh di wilayah Ukraina dan menewaskan 298 penumpang dan krunya. Sebelumnya, pesawat MAS MH370 yang mengangkut 239 orang dinyatakan hilang pada Maret lalu.
(ita/ita)










































