Radio swasta setempat, Moscow Echo seperti dilansir AFP, Rabu (13/8/2014), melaporkan sekitar 200 orang berkumpul dalam unjuk rasa di luar Kedubes Ukraina di Moskow pada Selasa (12/8) waktu setempat.
Unjuk rasa tersebut tidak berlangsung lama, karena para demonstran kemudian dibubarkan oleh polisi setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu demonstran wanita yang menolak untuk bekerja sama dengan polisi, diseret di sepanjang trotoar sebelum dipaksa masuk ke dalam mobil polisi," imbuhnya.
Jajak pendapat setempat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Rusia mendukung sikap Presiden Vladimir Putin terhadap Ukriana.
Sedangkan media nasional Rusia menggambarkan pemimpin baru Ukraina yang pro-Eropa sebagai seorang fasis yang melancarkan sebuah operasi hukuman terhadap warga sipil etnis Rusia di Ukraina yang ingin menjaga hubungan dekat dengan Rusia.
(nvc/mad)











































