"Hossam Kawasmeh ditangkap oleh pasukan keamanan Israel, bulan lalu, di Shuafat (wilayah dekat Yerusalem Timur), atas kecurigaan memimpin kelompok komando yang menculik dan membunuh tiga remaja," demikian pernyataan kepolisian Israel seperti dilansir AFP, Rabu (6/8/2014).
Penculikan tiga remaja Israel yang terjadi 12 Juni lalu, yang kemudian berujung pada pembunuhan memicu operasi militer besar-besaran oleh Israel terhadap Hamas yang menguasai Gaza. Hingga kini, gempuran Israel di Gaza tak jelas kapan akan berakhir, meskipun gencatan senjata sementara terjadi beberapa kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataannya, kepolisian Israel juga menyatakan bahwa pihaknya masih memburu dua warga Palestina lainnya terkait kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.
Yang terbaru, Israel telah menarik seluruh pasukannya dari wilayah Gaza. Ini berarti berakhir sudah operasi darat yang dimulai sejak 17 Juli lalu. Sementara itu, gempuran via udara di Gaza masih berlangsung.
Pertumpahan darah yang terjadi di Gaza, sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.800 warga Palestina dan 64 tentara Israel serta 3 warga sipil Israel. Dunia pun telah menyerukan agar kedua pihak sepakat melakukan gencatan senjata untuk jangka waktu yang lebih lama.
(nvc/rvk)










































