Menelusuri Terowongan Gaza yang Ditakuti Pihak Israel

Menelusuri Terowongan Gaza yang Ditakuti Pihak Israel

- detikNews
Selasa, 05 Agu 2014 12:37 WIB
Menelusuri Terowongan Gaza yang Ditakuti Pihak Israel
AFP/Jack Guez
Jakarta - Pasukan Israel membabat habis semua terowongan yang digunakan oleh penduduk Palestina untuk menembus perbatasan Gaza. Mereka khawatir dengan keberadaan tempat sempit itu karena kerap dijadikan sarana gerilya para pejuang Hamas. Benarkah?

Kabar terakhir dari Reuters, Selasa (5/8/2014), pasukan darat Israel sudah menyelesaikan misi mereka untuk menghancurkan terowongan perbatasan Gaza yang digali oleh pasukan gerilya.

Data terakhir, sedikitnya ada 32 terowongan bawah tanah yang menghubungkan Palestina dan Mesir. Mereka menghancurkan terowongan itu dengan bom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah ditelusuri, tak semua terowongan dijadikan sarana perang, ada juga yang memfungsikannya sebagai jalan untuk menjemput bantuan makanan dan obat-obatan, sesuatu yang sangat sulit diperoleh di Palestina, terlebih saat suasana perang.

Bagaimana cerita tentang terowongan Gaza? Berikut foto dan kisahnya:

Kenapa Ada Terowongan di Gaza?

Ilia Yefimovich/Getty Images
Israel menguasai wilayah perbatasan Gaza dan memblokir akses warga Palestina untuk mendapatkan bantuan. Karena itu, dibuatlah terowongan.

Terowongan itu dibangun sejak awal tahun 1980-an dan digali di kawasan sepanjang 14 km antara perbatasan Gaza dan Mesir, tepatnya di Kota Rafah. Sejak tahun 2005, Israel menguasai wilayah perbatasan dan Palestina tidak diberikan kontrol untuk checkpoint. Perbatasan pun ditutup.

Baru pada tahun 2006, setelah mendapat desakan dari Uni Eropa, perbatasan kembali dibuka, namun dengan syarat ketat dari pihak Israel.

Akibatnya, sebagian besar masyarakat Palestina menggunakan terowongan untuk menghindari pemeriksaan ketat dari kaum zionis.

Apa Fungsinya?

Ilia Yefimovich/Getty Images
Awalnya, para penduduk Palestina memanfaatkan untuk mengangkut makanan dan obat-obatan. Namun sejak tahun 1987-1993 atau perlawanan rakyat Palestina pertama ke Israel, sebagian ada yang digunakan untuk menyelundupkan senjata dan para militan perang.

Blokade di perbatasan Gaza membuat kebutuhan dasar di kawasan Palestina semakin sulit didapat. Mulai dari bahan bakar minyak, materi konstruksi hingga makanan dan obat-obatan jarang ditemui. Israel membatasi semuanya.

Satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan itu akhirnya lewat terowongan. Sebagian besar penduduk Palestina pergi ke Mesir untuk mencari bantuan makanan, obat-obatan hingga bahan bakar.

Berikut daftar barang yang biasa diangkut lewat terowongan: makanan, hewan kebun binatang, obat-obatan, pakaian, suku cadang mobil, material gedung, senjata dan barang-barang mewah. Ada juga yang mengangkut uang dalam jumlah besar melalui terowongan tersebut.

Bagaimana Cara Membuatnya?

Ilia Yefimovich/Getty Images
Terowongan itu biasanya dibangun dari sebuah rumah tinggal atau kawasan yang padat penduduk di sekitar perbatasan. Kedalamannya berkisar di angka 30 meter dan bisa memanjang hingga 800 meter.

Lazimnya, ada kerjasama antara pemilik rumah dan pengusaha yang berkepentingan dengan terowongan itu. Ada bagi hasil keuntungan bila yang diselundupkan adalah barang-barang komersil.

Ada terowongan canggih dengan ventilasi, listrik, saran komunikasi dan rel. Namun sebagian besar ada yang dibuat seadanya tentu dengan risiko longsor dan kecelakaan konstruksi.

Dalam sebuah laporan dari peneliti Palestina, banyak pembuat terowongan yang mempekerjakan anak-anak sebagai penggali. Karena itu, tak sedikit yang tewas saat proses pembuatannya. Data terakhir, ada 160 anak yang meninggal dunia saat proses penggalian.

Kenapa Ditakuti Israel?

Ilia Yefimovich/Getty Images
Israel sudah sejak lama memantau terowongan-terowongan yang dibangun militan Palestina. Bagi mereka, terowongan itu bisa mengancam keselamatan para pasukan darat.

"Tidak mungkin rakyat Israel bisa hidup di dalam ancaman dari serangan lewat terowongan," kata PM Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam beberapa kasus, militan Hamas memang berhasil membunuh tentara Israel setelah menyelinap lewat terowongan. Karena itu, pasukan Israel begitu bernafsu membasmi habis terowongan yang ada perbatasan Gaza.

Kabar terakhir, mereka sudah menghancurkan 32 terowongan di Gaza. Pihak Israel mengklaim tidak ada lagi terowongan yang bisa dimanfaatkan untuk menyerang mereka saat ini.

Bagaimana Rasanya Berada di Terowongan?

AFP/Jack Guez
Seorang jurnalis bernama Anna Therese Day pernah menelusuri sebuah terowongan di Gaza pada tahun 2009. Dipandu seorang warga lokal, dia menggambarkan bagaimana suasana menyusuri lorong sempit tersebut.

Awalnya dia datang dari Mesir lalu masuk ke Palestina lewat Rafah. Dia kemudian masuk ke dalam sebuah rumah yang hancur karena dibom. Tak disangka, di bagian dalamnya ada pintu masuk terowongan yang lebar.

Dia pun masuk ke dalam terowongan tersebut. Tampak ada beberapa pilar penopang sepanjang terowongan. Ada beberapa tingkat di dalamnya. Kabel-kabel menjuntai di sepanjang terowongan. Lampu pun seadanya.

Menurut sang pemandu, terowongan itu dibangun oleh pihak Hamas dan seorang pengusaha di Gaza. Pengusaha itu membayar Hamas untuk akses barang-barang yang menjadi bahan baku di pabriknya. Namun Hamas juga memanfaatkan terowongan itu untuk membawa roket.

Halaman 2 dari 6
(mad/nwk)


Berita Terkait