Warga Libya: Situasi Saat Ini Lebih Buruk daripada Sebelum Khadafi Tumbang

Warga Libya: Situasi Saat Ini Lebih Buruk daripada Sebelum Khadafi Tumbang

- detikNews
Sabtu, 02 Agu 2014 16:57 WIB
Warga Libya: Situasi Saat Ini Lebih Buruk daripada Sebelum Khadafi Tumbang
Tripoli, - Situasi di Libya kian memanas. Bagi sebagian warga, perang sipil yang terjadi di negeri itu saat ini jauh lebih buruk daripada kerusuhan yang terjadi sebelum tumbangnya diktator Muammar Khadafi pada tahun 2011.

"Kami telah mengalami perang sebelumnya, dengan Khadafi, namun sekarang ini jauh lebih buruk," tutur Paraskevi Athineou, wanita Yunani yang tinggal di Libya.

"Kekacauan merajalela. Tak ada pemerintahan, kami tak punya makanan, tak ada bahan bakar, tak ada air, tak ada listrik hingga berjam-jam," cetus wanita tersebut seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (2/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Athineou termasuk di antara 186 orang yang dievakuasi dari Tripoli dengan kapal Angkatan Laut Yunani, yang tiba di pelabuhan Piraeus pada Sabtu dini hari waktu setempat. Di antara orang-orang tersebut termasuk 77 warga Yunani, 78 warga China, 10 warga Inggris dan lainnya. Di antara mereka termasuk beberapa diplomat, termasuk duta besar China untuk Libya. Mereka meninggalkan Libya di tengah berkecamuknya perang sipil di negeri itu.

Libya telah mengalami kondisi tidak aman yang kronis sejak tergulingnya Khadafi pada 2011 silam. Pemerintah Libya yang baru tak mampu menangani para milisi yang membantu menggulingkan Khadafi.

"Begitu banyak orang yang meninggal untuk menjadikan negeri ini lebih baik. Namun sekarang kami mulai saling membunuh dalam perang sipil," kata Osama Monsour, warga Libya yang tinggal di ibukota Tripoli.

Pertempuran antara para milisi yang bertikai terus terjadi di sejumlah wilayah Libya. Bahkan di Tripoli, pertempuran tersebut telah menyebabkan penutupan bandara internasional. Sementara kelompok-kelompok Islamis juga bertempur melawan pasukan khusus Libya di kota Benghazi, Libya timur.

"Ini lebih buruk daripada 2011," cetus Ali Gariani, pria Libya yang menikahi wanita Yunani. "Saat itu kami dibombardir oleh NATO. Namun sekarang kami sedang dibombardir oleh warga Libya sendiri, dan itu sangat memalukan," ujarnya.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads