AS Tuding Rusia Berikan Dukungan Militer ke Separatis Ukraina

AS Tuding Rusia Berikan Dukungan Militer ke Separatis Ukraina

- detikNews
Selasa, 15 Jul 2014 13:54 WIB
AS Tuding Rusia Berikan Dukungan Militer ke Separatis Ukraina
Foto: AFP
Washington, - Pemerintah Amerika Serikat menuding pemerintah Rusia memasok peralatan militer seperti tank dan peluncur roket ke para separatis pro-Rusia di Ukraina. Washington juga mengklaim Moskow mengerahkan pasukan ke wilayah perbatasan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu.

"Sementara Rusia mengatakan pihaknya menginginkan perdamaian, namun tindakannya tidak sesuai dengan retorikanya. Kami tak punya bukti bahwa dukungan Rusia untuk separatis telah dihentikan," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/7/2014).

"Pada kenyataannya, kami mendapati bahwa Rusia terus memasok mereka dengan senjata berat, peralatan militer lainnya dan pendanaan, dan terus membiarkan para militan masuk ke Ukraina secara bebas," demikian disampaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Informasi yang ada mengindikasikan Moskow baru-baru ini mengirimkan sejumlah tank era-Soviet dan artileri ke separatis dan bahwa pada akhir pekan lalu, beberapa kendaraan militer melintasi perbatasan," demikian disampaikan Deplu AS.

Tuduhan ini disampaikan Washington sementara pasukan Ukraina melakukan pencarian para kru pesawat militer yang menurut Ukraina ditembak jatuh dari wilayah Rusia. Laporan terbaru menyebutkan, para awak pesawat tersebut sempat berkomunikasi dengan militer setempat. Namun tidak disebutkan lebih lanjut soal lokasi dan kondisi para kru pesawat tersebut.

"Anggota kru pesawat AN-26... yang ditembak jatuh, telah berhasil melakukan kontak dengan staf jenderal," demikian pernyataan kantor presiden Ukraina dalam situsnya, seperti dilansir AFP.

Menurut kantor presiden Ukraina, pesawat militer tersebut mengudara pada ketinggian yang sangat tinggi, sehingga sulit untuk terkena sistem rudal portabel yang digunakan kelompok pemberontak pro-Rusia yang ada di wilayah Ukraina timur.

"Kemungkinan besar (datang) dari wilayah Federasi Rusia," sebut kantor presiden Ukraina.



(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads