Sebut Inses Bisa Diterima Masyarakat, Hakim Australia Terancam Sanksi

Sebut Inses Bisa Diterima Masyarakat, Hakim Australia Terancam Sanksi

- detikNews
Jumat, 11 Jul 2014 15:39 WIB
Sebut Inses Bisa Diterima Masyarakat, Hakim Australia Terancam Sanksi
Ilustrasi
New South Wales - Seorang hakim di Australia menjalani pemeriksaan otoritas terkait karena komentarnya yang kontroversial. Hakim bernama Garry Neilson ini menyebut hubungan seks antar saudara atau inses bisa diterima oleh masyarakat.

Neilson yang merupakan salah satu hakim pada salah satu distrik di negara bagian New South Wales, Australia memicu kemarahan publik atas komentarnya dalam kasus seorang pria yang berulang kali memperkosa adik perempuannya. Komentar tersebut disampaikan Neilson dalam persidangan pada April lalu.

Seperti dikutip Fairfax Media dan dilansir AFP, Jumat (11/7/2014), saat itu Neilson menyebut masyarakat melihat seks antar saudara bukan hal 'tidak natural' atau 'tabu' lagi. Dia membandingkan inses dengan perubahan pola pikir masyarakat terhadap homoseksual, yang di masa lalu dianggap tindak pidana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seorang juri (dalam sidang) mungkin menemukan tidak ada hal yang tidak baik, pada seorang saudara laki-laki terhadap saudara perempuannya jika memang dia sudah matang secara seksual, untuk memiliki hubungan seksual dengan pria lainnya dan sekarang dalam posisi 'tersedia', tidak memiliki mitra seksual," ucap Neilson.

Neilson juga dilaporkan menyebut bahwa satu-satunya alasan inses tetap dikategorikan sebagai tindak kriminal, karena ada risiko kelainan genetik pada anak yang lahir dari hubungan intim antar saudara.

"Tapi meskipun begitu, itu bisa diatasi karena terdapat kemudahan seperti kontrasepsi dan akses kepada aborsi," sebutnya.

Komentar kontroversial Neilson ini menuai kecaman dari Jaksa Agung New South Wales, Brad Hazzard. Kepada Sydney Morning Herald, Hazzard mengaku dirinya sangat prihatin dengan komentar Neilson tersebut.

"Dalam pandangan saya, masyarakat akan gempar menanggapi komentarnya (Neilson). Inses benar-benar tindakan tercela, tidak bisa diterima, menjijikan dan tindakan kejahatan," tegas Hazzard.

Lebih lanjut, Hazzard menyatakan dirinya telah mengadukan Neilson kepada Komisi Peradilan Negara Bagian New South Wales, yang bertugas melakukan penyelidikan. Tidak hanya itu, Hazzard juga mengajukan permohonan kepada Pengadilan Distrik tempat Neilson bertugas untuk menskorsing Neilson dari semua aktivitas persidangan hingga pemeriksaan selesai.

Terkait kasus yang ditangani Neilson, kantor jaksa New South Wales telah meminta agar persidangan kasus tersebut ditransfer ke hakim lainnya, karena komentar tak pantas Neilson kepada korban.

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads