Neilson yang merupakan salah satu hakim pada salah satu distrik di negara bagian New South Wales, Australia memicu kemarahan publik atas komentarnya dalam kasus seorang pria yang berulang kali memperkosa adik perempuannya. Komentar tersebut disampaikan Neilson dalam persidangan pada April lalu.
Seperti dikutip Fairfax Media dan dilansir AFP, Jumat (11/7/2014), saat itu Neilson menyebut masyarakat melihat seks antar saudara bukan hal 'tidak natural' atau 'tabu' lagi. Dia membandingkan inses dengan perubahan pola pikir masyarakat terhadap homoseksual, yang di masa lalu dianggap tindak pidana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neilson juga dilaporkan menyebut bahwa satu-satunya alasan inses tetap dikategorikan sebagai tindak kriminal, karena ada risiko kelainan genetik pada anak yang lahir dari hubungan intim antar saudara.
"Tapi meskipun begitu, itu bisa diatasi karena terdapat kemudahan seperti kontrasepsi dan akses kepada aborsi," sebutnya.
Komentar kontroversial Neilson ini menuai kecaman dari Jaksa Agung New South Wales, Brad Hazzard. Kepada Sydney Morning Herald, Hazzard mengaku dirinya sangat prihatin dengan komentar Neilson tersebut.
"Dalam pandangan saya, masyarakat akan gempar menanggapi komentarnya (Neilson). Inses benar-benar tindakan tercela, tidak bisa diterima, menjijikan dan tindakan kejahatan," tegas Hazzard.
Lebih lanjut, Hazzard menyatakan dirinya telah mengadukan Neilson kepada Komisi Peradilan Negara Bagian New South Wales, yang bertugas melakukan penyelidikan. Tidak hanya itu, Hazzard juga mengajukan permohonan kepada Pengadilan Distrik tempat Neilson bertugas untuk menskorsing Neilson dari semua aktivitas persidangan hingga pemeriksaan selesai.
Terkait kasus yang ditangani Neilson, kantor jaksa New South Wales telah meminta agar persidangan kasus tersebut ditransfer ke hakim lainnya, karena komentar tak pantas Neilson kepada korban.
(nvc/mad)











































