Roket dari Gaza Kembali Ditangkal dengan Iron Dome di Tel Aviv

Roket dari Gaza Kembali Ditangkal dengan Iron Dome di Tel Aviv

- detikNews
Kamis, 10 Jul 2014 16:02 WIB
Roket dari Gaza Kembali Ditangkal dengan Iron Dome di Tel Aviv
serangan Israel di Gaza (Reuters)
Tel Aviv, - Kelompok militan terus melancarkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah gencarnya serangan udara Israel atas wilayah Gaza. Namun sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza kembali berhasil ditangkal atas kota Tel Aviv, Israel.

Demikian disampaikan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/7/2014).

Sebelumnya juru bicara militer Israel menuturkan, dua roket berhasil diintersepsi dengan sistem antirudal canggih milik Israel, Iron Dome. Namun kemudian militer Israel menyampaikan bahwa yang berhasil diintersepsi adalah satu roket.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, sayap bersenjata kelompok Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam menyatakan, pihaknya telah menembakkan dua roket M75 ke Tel Aviv.

"Brigade Qassam menghantam Tel Aviv dengan dua roket M75," demikian statemen kelompok tersebut.

Roket M75 yang diproduksi secara lokal itu, memiliki jarak jangkauan sekitar 80 kilometer, atau mampu mencapai kota Tel Aviv, yang terletak sekitar 70 kilometer dari wilayah Jalur Gaza.

Sebelumnya, militer Israel menyatakan, para militan Gaza telah menembakkan sekitar 300 roket ke Israel sejak Israel mulai melancarkan operasi militer, yang diberi nama Operation Protective Edge pada Selasa, 8 Juli lalu.

Sejauh ini sudah sekitar 70 orang tewas dalam operasi militer Israel tersebut dan lebih dari 370 orang mengalami luka-luka. Di antara para korban tewas termasuk wanita dan anak-anak. Ini merupakan situasi terparah di Jalur Gaza sejak tahun 2012 lalu.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah mengingatkan, serangan-serangan roket terhadap komunitas Israel tak akan dibiarkan.

"Karena itu saya telah memerintahkan militer untuk memperluas operasinya terhadap para teroris Hamas dan terhadap kelompok-kelompok teroris lain di Gaza," cetus Netanyahu.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads