Pejabat-pejabat Somalia mengatakan seperti dilansir AFP, Rabu (9/7/2014), Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud dan Perdana Menteri Somalia Abdiweli Sheikh Ahmed tidak sedang berada di dalam istana saat kejadian.
Belum ada keterangan detail mengenai jumlah korban dalam serangan ini. Namun seluruh penyerang yang berjumlah 9 orang dilaporkan tewas setelah meledakkan rompi bom yang mereka kenakan.
"Ada setidaknya sembilan penyerang, semuanya telah tewas, dan situasi kini terkendali, serangan telah berakhir," tutur pejabat keamanan Abdi Ahmed.
"Ada delapan ledakan hingga akhir pertempuran, yang diyakini sebagai rompi bom bunuh diri. Mereka meledakkan diri mereka sendiri," imbuhnya.
Juru bicara Al-Shabaab pun mengkonfirmasi pihaknya mendalangi serangan tersebut.
Atas serangan ini, pemerintah Amerika Serikat mengecamnya dengan keras.
"Insiden seperti ini semakin menunjukkan bahwa ketidakamanan di Mogadishu terus berlangsung, termasuk ancaman yang sangat nyata dari Shabaab," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.
"Karena itulah kami terus mendukung upaya-upaya Pasukan Keamanan Nasional Somalia dan Misi Uni Afrika untuk Somalia (AMISOM) untuk menunjang keamanan dan stabilitas di Somalia. Pasukan ini telah menghentikan para penyerang tersebut dan mencegah bahaya lebih jauh," tandasnya.
(ita/ita)











































