Serangan bom ini terjadi di kota Samarra, provinsi Salaheddin pada Jumat, 4 Juli waktu setempat. Selain menewaskan 15 orang, 25 orang lainnya juga luka-luka dalam insiden tersebut. Demikian disampaikan kepolisian dan dokter setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/7/2014).
Pos tersebut ditempati oleh sekumpulan tentara Irak dan relawan warga sipil yang ikut memerangi para militan Sunni, yang telah menguasai sejumlah wilayah di Irak.
Para militan Sunni yang tergabung dalam kelompok The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) terus melancarkan serangan-serangan di Irak. Bahkan beberapa hari lalu, ISIL mengumumkan penyatuan wilayah-wilayah yang mereka kuasai di Irak dan Suriah ke dalam satu kekhalifahan.
ISIL mengumumkan seperti dilansir AFP, wilayah kekhalifahan ini mencakup mulai dari kota Aleppo di Suriah utara hingga ke kota Diyala di Irak.
Dalam pesan audio yang didistribusikan online, kelompok ini juga mengumumkan telah mengangkat pemimpin mereka, Abu Bakr al-Baghdadi sebagai khalifah, yang disebut sebagai pemimpin seluruh umat Islam.
(ita/ita)











































